Penjelasan Mengenai PPP dan PPPoE - MamiGoNet

Penjelasan Mengenai PPP dan PPPoE


Pada kesempatan kali ini, penulis akan memberi penjelasan mengenai PPP dan PPPoE. Kedua protokol tersebut erat kaitannya dengan sebuah jaringan. Tepatnya, jaringan komputer dan jaringan internet. Nah, untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut. Simaklah uraian berikut ini!

Pengertian PPP (Point to Point Protocol)


Point to Point Protocol merupakan sebuah protokol yang digunakan untuk enkapsulasi paket jaringan pada WAN (Wide Area Network). Disebut Point to Point Protocol karena protokol ini berfungsi sebagai platform untuk menghubungkan dua titik, yaitu antara titik satu ke ujung titik lain. Protokol ini bekerja pada lapisan data link (Data-Link Layer).



Contoh implementasi PPP yaitu menghubungkan komputer individu/personal atau jaringan komputer ke ISP (Internet Service Provider). Lebih tepatnya PPP digunakan untuk mengangkut paket IP melalui sebuah tautan serial antara pengguna dan penyedia layanan internet / ISP.

Point to Point Protocol dirancang untuk memungkinkan adanya transmisi protokol yang berbeda melalui tautan dari satu titik ke titik dengan memanfaatkan enkapsulasi. Yang dimaksud dengan enkapsulasi yaitu proses penyimpanan paket dari protokol asing di dalam frame PPP.

PPP telah menetapkan standar dalam penugasan dan pengelolaan alamat IP contohnya yaitu sinkronisasi mulai/berhenti dan enkapsulasi sinkron yang berorientasi bit; multiplexing protokol jaringan; konfigurasi tautan; pengujian kualitas tautan dan deteksi kesalahan; serta negosiasi opsi untuk kemampuan seperti lapisan jaringan alamat negosiasi dan kompresi data.

Point to Point Protocol dianggap sebagai solusi terbaik dalam menghubungkan komputer ke jaringan internet.  Mengapa ? Karena PPP memiliki arsitektur yang berlapis, PPP juga beroperasi melalui koneksi antara  interface piranti Data Communication Equipment (DCE) dan piranti Data Terminal Equipment (DTE), tidak ada batasan transmission rate serta memiliki keseimbangan load melalui multi-link. Selain itu, Point to Point Protocol (PPP) membentuk komunikasinya dalam tiga fase, seperti membuka link dan membentuk sesi dengan saling bertukar LCP, membentuk opsi authentication melalui PAP atau CHAP, serta setuju dengan protocol layer diatasnya (IP, IPX, AppleTalk, dll).

PPPoE atau Point to Point Protocol over Ethernet


Point to Point Protocol over Ethernet yaitu sebuah protokol jaringan yang berguna untuk mengenkapsulasi frame PPP dalam koneksi Ethernet. PPPoE ini biasa digunakan oleh ISP untuk menghubungkan sebuah perangkat modem pengguna agar dapat terkoneksi ke jaringan ISP/Internet menggunakan bantuan tunneling. Tunelling disini merupakan sebuah metode transfer data dari satu jaringan ke jaringan lain dengan memanfaatkan jaringan internet secara terselubung.

Point to Point Protocol over Ethernet merupakan penerapan PPP terhadap jaringan ethernet atau singkatnya sebagai PPP yang terhubung melalui media konektor RJ 45. Lebih jelasnya, PPPoE merupakan suatu metode koneksi langsung atau point-to-point antara dua perangkat jaringan, melalui ethernet secara tunneling dan bersifat pribadi. Sehingga, layanan PPPoE dapat menyediakan otentikasi untuk koneksi pada client yang membutuhkan login, dial-up ke server, juga transmisi data terenkripsi dan terkompresi.

Pada sistem layanan PPPoE, setiap koneksi yang terbentuk antara server-client akan membentuk virtual interface di bawah ethernet pengguna. Jadi, PPPoE Client tidak hanya di Router saja. Namun, juga bisa di jalankan di PC seperti Sistem Operasi Windows dsb.

Jika PPPoE diimplementasikan dalam sebuah jaringan. Nantinya, PPPoE akan dapat menciptakan koneksi antar client-server yang lebih aman. Supaya manajemen akun yang dimiliki pengguna semakin baik dan efektif.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Penjelasan Mengenai PPP dan PPPoE"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel